Nahdlatul Ulama (NU), telah menuntut Kerajaan Arab Saudi

Nahdlatul Ulama (NU), telah menuntut Kerajaan Arab Saudi duta besar untuk Indonesia ditarik dari negara itu menyusul tweet kontroversialnya.

agenjudi212-tentang sebuah rapat umum yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Minggu oleh kelompok-kelompok Islamis.

“[Kami] mendesak pemerintah Indonesia untuk mengirim surat diplomatik kepada pemerintah Arab Saudi untuk memanggil duta besar, Usamah Muhammad Al-Syuaiby, sebagai hukuman atas tindakan nekatnya untuk ikut campur dalam masalah politik nasional,” kata ketua Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan dalam konferensi pers pada hari Senin.

Pada hari Minggu, sebuah kelompok yang menamakan dirinya “212 Rally Alumni” menyelenggarakan rapat umum di Monumen Nasional (Monas) di Jakarta untuk memperingati ulang tahun kedua dari reli 2016 yang menuntut gubernur Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dituntut karena penodaan agama. . Ahok kemudian dihukum dan dipenjara.

Beberapa jam setelah reli pada hari Minggu, Duta Besar Usamah memposting foto-foto reli di akun Twitter-nya, @Os_alshuibi, disertai dengan teks dalam bahasa Arab, yang dapat diterjemahkan sebagai: “Aksi jutaan Muslim sebagai reaksi terhadap pembakaran bendera dengan teks tauhid oleh organisasi yang menyimpang. ”

Tweet itu merujuk pada insiden pada bulan Oktober, di mana anggota sayap pemuda NU, Banser, membakar bendera yang memiliki teks Islam di atasnya jwcash9.

Tweet itu telah dihapus pada Senin sore tetapi itu memicu protes dari dewan pusat NU, induk organisasi Banser.

NU’s Said juga menuduh duta besar dengan sengaja menyebarkan fitnah dalam tuduhan pembakaran bendera dilakukan oleh anggota “jamaah al-muharifah”, yang berarti organisasi yang menyimpang. Ketua NU mengatakan “anggota nakal” organisasi telah dihukum sepatutnya. “Kami juga menyesali pembakaran.”

Said mengecam duta besar itu, mengatakan bahwa dia telah melakukan “pelanggaran diplomatik serius” dengan terlibat dalam urusan internal Indonesia, yang melanggar otoritasnya. “Ini jelas merusak hubungan Indonesia-Arab Saudi,” lanjutnya.

Ahmad Suryana, staf komunikasi di Kedutaan Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa kedutaan belum memberikan komentar tentang tweet sang duta besar. “Kami akan memberi tahu Anda besok,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *